hadis tentang batasan pakaian wanita lengkap dengan artinya
Haidatau menstruasi adalah darah yang keluar dari rahim seorang perempuan secara alami dan normal tanpa ada peristiwa tertentu yang menyebabkannya. Setiap wanita mengalami haid dengan siklus bulanan. Haid tidak disebabkan karena adanya luka atau penyakit pada tubuh maupun akibat gugur kandungan.. Dalam Islam, pada Surah Al-Baqarah ayat 222 di dalam Al-Qur'an, haid dijelaskan sebagai suatu
Yangselalu hidup dan dijadikan rujukan oleh setiap umat Islam hingga akhir zaman, yang memuat banyak hal tentang aspek kehidupan manusia, makna-makna yang terkandung di dalamnya baik secara implisit maupun eksplisit meliputi seluruh alam dan isinya, ketentuan-ketentuan hukum yang terdapat di dalamnya tidak bisa dirubah oleh siapapun karena ia
Dimanawanita juga layak dihargai dan dihormati sebagai hamba Allah SWT. Baca juga: 7 Hadits Tentang Jujur, Beserta Artinya. (foto: pexels/cottonbro) 1. "Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri yang salihah." (HR. Muslim). 2. "Datanglah seorang laki-laki kepada Rasulullah saw.. Laki-laki itu bernama Jahimah.
LaranganTahun Baruan. Rasulullah SAW pernah bersabda: مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ. Artinya: "Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka.". HR. Abu Daud no. 4031, dishahihkan oleh Al Albani. Selain itu dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
Wadi Madzi dan Mani. Ketiga jenis najis ini merupakan cairan yang keluar dari kemaluan manusia dengan sebab dan kondisi yang berbeda serta masing-masing jenis beda pula cara menyucikannya. Wadi merupakan cairan putih, pekat dan agak keruh keluar setelah buang air kecil. Wadi dapat disucikan cukup dengan membersihkan kemaluan kemudian berwudhu [3].
Atm Online Lừa Đảo.
– Hadist tentang batasan pakaian wanita. Baik wanita dan laki-laki memiliki batasan auratnya masing-masing. Batasan aurat ini adalah sejauh mana bagian tubuh mereka boleh diperlihatkan ke lawan jenis yang bukan muhrimnya. Adapun wanita memiliki batasan aurat yang lebih sedikit sehingga tak heran bila mereka kerap menggunakan pakaian yang lebih tertutup dibanding laki-laki ketika keluar rumah. Namun mungkin masih banyak muslimah yang belum mengetahui batasan dalam batasan berpakaian banyak sekali dibahas di ayat Alquran atau hadist shahih. Ada banyak petunjuk jelas dari Allah SWT maupun sabda Nabi Muhammad mengenai bagaimana seharusnya wanita berpakaian ketika di itu pada kesempatan yang baik ini kami akan membagikan daftar kumpulan hadist shahih tentang batasan pakaian wanita. Anda bisa menyimak selengkapnya pada pembahasan di bawah berikut Hadist Tentang Batasan Pakaian Wanita1. Abu Dawud2. MuslimKumpulan Hadist Tentang Batasan Pakaian WanitaBerikut di bawah ini adalah beberapa kumpulan daftar hadist shahih tentang batasan pakaian wanita. Simak dalam bahasa Arab, latin, dan terjemahan Indonesia Abu Dawudقَالَ يَا أَسْمَاءُ إِنَّ الْمَرْأَةَ إِذَا بَلَغَتِ الْمَحِيضَ لَمْ تَصْلُحْ أَنْ يُرَى مِنْهَا إِلاَّ هَذَا وَهَذَا وَأَشَارَ إِلَى وَجْهِهِ وَكَفَّيْهِ» ArtinyaWahai Asma’, sesungguhnya seorang wanita, apabila telah balig mengalami haid, tidak layak tampak dari tubuhnya kecuali ini dan ini seraya menunjuk muka dan telapak tangannya. HR Abu Dawud. 2. Muslimقَالَتْ أَمَرَنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نُخْرِجَهُنَّ فِي الْفِطْرِ وَالأَضْحَى الْعَوَاتِقَ وَالْحُيَّضَ وَذَوَاتِ الْخُدُورِ فَأَمَّا الْحُيَّضُ فَيَعْتَزِلْنَ الصَّلاَةَ وَيَشْهَدْنَ الْخَيْرَ وَدَعْوَةَ الْمُسْلِمِينَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللهِ إِحْدَانَا لاَ يَكُونُ لَهَا جِلْبَابٌ قَالَ لِتُلْبِسْهَا أُخْتُهَا مِنْ جِلْبَابِهَا» ArtinyaKami, para wanita, diperintahkan oleh Rasulullah untuk keluar pada saat Idul Fitri dan Idul Adha, baik para gadis, wanita yang sedang haid, maupun gadis-gadis pingitan. Wanita yang sedang haid diperintahkan meninggalkan shalat serta menyaksikan kebaikan dan dakwah syiar kaum Muslim. Aku bertanya, “ Ya Rasulullah, salah seorang di antara kami ada yang tidak memiliki jilbab. Rasulullah saw. bersabda Hendaklah saudaranya meminjamkan jilbabnya.” HR Muslim.KesimpulanDemikian pembahasan singkat mengenai hadist tentang batasan pakaian wanita, hadist tentang batasan pakaian wanita lengkap dengan arti, hadist tentang batasan pakaian wanita dan arti, hadist tentang batasan pakaian wanita lengkap artinya, hadist tentang batasan pakaian wanita lengkap, tulislah hadist tentang batasan pakaian wanita lengkap dengan artinya, salah satu hadist tentang batasan pakaian wanita, tuliskan hadis tentang batasan pakaian wanita lengkap dengan Hadist Tentang Buka Puasa BersamaHadist Tentang Mimpi Bertemu Nabi SAWKecantikan Bidadari Surga Dibanding Wanita Dunia
Connection timed out Error code 522 2023-06-15 004711 UTC What happened? The initial connection between Cloudflare's network and the origin web server timed out. As a result, the web page can not be displayed. What can I do? If you're a visitor of this website Please try again in a few minutes. If you're the owner of this website Contact your hosting provider letting them know your web server is not completing requests. An Error 522 means that the request was able to connect to your web server, but that the request didn't finish. The most likely cause is that something on your server is hogging resources. Additional troubleshooting information here. Cloudflare Ray ID 7d76cc1dff3e0b8e • Your IP • Performance & security by Cloudflare
Sekarang akan dibahas kumpulan hadist mengenai batasan pakaian wanita yang dilengkapi dengan artinya. Sebagai seorang wanita muslim, maka sudah menjadi kewajiban untuk menutup aurat secara sempurna serta tidak menampakkannya kecuali kepada mahramnya atau yang berhak. Jadi kita perlu berbusana dengan tepat sesuai dengan ajaran islam supaya aurat kita tidak tampak kepada orang sembarangan Islam seniri sudah mengatur tentang aurat ini secara lengkap dan detail. Terdapat beberapa dalil ayat Al-Qur’an serta hadist yang menjelaskan tentang kewajiban menutup aurat lengkap dengan batasan-batasannya. Kemudian sebagai seorang muslimah yang taat, maka para kaum hawa seharusnya taat serta patuh dengan peraturan syariat agama islam secara mutlak. Islam sudah menjabarkan secara jelas didalam hadist-hadist mengenai batasan aurat perempuam dimana Rasulullah SAW mengatakan jika perempuan wajib menutup auratnya sehingga tidak tampak bagian tubuhnya. Silahkan langsung perhatikan dibawah ini hadist mengenai batasan busana perempuan lengkap dengan terjemahan dalam bahasa Indonesia. Hadis Tentang Batasan Pakaian Wanita قَالَ يَا أَسْمَاءُ إِنَّ الْمَرْأَةَ إِذَا بَلَغَتِ الْمَحِيضَ لَمْ تَصْلُحْ أَنْ يُرَى مِنْهَا إِلاَّ هَذَا وَهَذَا وَأَشَارَ إِلَى وَجْهِهِ وَكَفَّيْهِ» Artinya Wahai Asma’, sesungguhnya seorang wanita, apabila telah balig mengalami haid, tidak layak tampak dari tubuhnya kecuali ini dan ini seraya menunjuk muka dan telapak tangannya. HR Abu Dawud. قَالَتْ أَمَرَنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نُخْرِجَهُنَّ فِي الْفِطْرِ وَالأَضْحَى الْعَوَاتِقَ وَالْحُيَّضَ وَذَوَاتِ الْخُدُورِ فَأَمَّا الْحُيَّضُ فَيَعْتَزِلْنَ الصَّلاَةَ وَيَشْهَدْنَ الْخَيْرَ وَدَعْوَةَ الْمُسْلِمِينَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللهِ إِحْدَانَا لاَ يَكُونُ لَهَا جِلْبَابٌ قَالَ لِتُلْبِسْهَا أُخْتُهَا مِنْ جِلْبَابِهَا» Artinya Kami, para wanita, diperintahkan oleh Rasulullah untuk keluar pada saat Idul Fitri dan Idul Adha, baik para gadis, wanita yang sedang haid, maupun gadis-gadis pingitan. Wanita yang sedang haid diperintahkan meninggalkan shalat serta menyaksikan kebaikan dan dakwah syiar kaum Muslim. Aku bertanya, “ Ya Rasulullah, salah seorang di antara kami ada yang tidak memiliki jilbab. Rasulullah saw. bersabda Hendaklah saudaranya meminjamkan jilbabnya.” HR Muslim. Referensi Tambahan Kemudian berkatalah A’mas dari Said bin Jubari dari Ibnu Abbas Dan jangan memperlihatkan perhiasan terkecuali apa-apa yang boleh nampak darinya yakni wajah serta telapak tangan dan cincin jarinya. Anas RA meriwayatkan jika Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shabihi wa salam pernah mengunjungi putrinya, sementara saat itu Fatimah memakai kain yang apabila dengan busana tersebut dia menutupi kepalanya, maka kain itu tidak sampai menutup kedua kakinya, serta apabila kain tersebut dipakai untuk menutup kedua kakainya maka kepala tadi tidak akan tertutupi. Melihat hal yang seperti itu Rasulullah Shalallahu alahi wa aalii wa shahbihi wa salam bersabda “Halini tak menjadi masalah engkau memakai kain penutup tersebut, sebab yang ada didepan mu hanyalah ayah serta budak sahayamu” Diriwayatkan dari Bahaz bin Hakim dari Kakeknya yang pernah menanyakan kepada Rasulullah, “Wahai Rasullulah, Pada bagian mana saja dari aurat yang kami yang diperbolehkan untuk kami tutupi serta kami biarkan terlihat? Rasulullah pun menjawab, “Jagalah serta jangan kau tampakkan auratmu terkeuali kepada istrimu ataupun budak sahayamu”. HR. Abu Dawud dan At-Turmdzi. Diriwayatkan jika Sayyiddina Ali RA pernah mengatakan “ Aku memberi hadiah kepada Nabi Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam sebuah baju yang terkandung campuran kain sutra, Nabi lalu mengembalikannya lagi kepadaku kemudian aku pun menggunakannya. Kemudian aku melihat kemurkaan muncul pada wajah Nabi Rasulullah Shalallahu alaihi waaalihi wa shahbihi wa salam seraya berkata. “Sesungguhnya aku tidak mengembalikannya kepadamu bukan untukkau gunakan, tetapi untuk kau potong kemudian kamu jadikan kerudung untuk kaum perempuan”. Hadist ini sudah disepakati keasliannya shahih.Demikianlah kumpulan hadist mengenai batasan busana untuk perempuan lengkap. Semoga hadist pendek mengenai menutup aurat diatas bermanfaat serta membuat kita lebih taat kepada Allah SWT terutama dalam menutup aurat. 0 items $ Kali ini akan dibahas kumpulan hadist tentang batasan pakaian wanita lengkap dengan artinya. Sebagai seorang muslimah, maka wajib untuk selalu menutup aurat dan tidak memperlihatkan auratnya kecuali hanya kepada muhrimnya atau yang berhak. Jadi kita haruslah berpakaian dengan benar sesuai aturan islam agar aurat kita tidak terlihat kepada sembarang orang. Islam sendiri mengatur mengenai aurat ini secara jelas dan detail. Ada beberapa dalil ayat Al Quran dan hadist menutup aurat dimana didalamnya dijelaskan mengenai kewajiban dan perintah menutup aurat beserta batasan batasannya. Dan selanjutnya sebagai seorang muslimah yang taat, maka para kaum wanita hendaknya taat dan path dengan aturan syariat agama islam secara penuh. Dalam hal ini jika kita diperintahkan berjilbab dan menutup aurat, maka wajib hukumnya dilakukan. Sedangkan hukum tidak menutup aurat adalah haram dan mendapatkan dosa. Untuk tata cara menutup aurat yang benar, islam sudah menjelaskannya didalam hadist hadits tentang batasan aurat wanita dimana Nabi Mhammad SAW menerangkan ahwa wanita haruslah mentup auratnya sehingga tidak terlihat bagian tubuhnya. Dan langsung saja simak dibawah ini kumpulan hadist tentang batasan pakaian wanita lengkap beserta terjemahan bahasa Indonesianya. Hadis Tentang Batasan Pakaian Wanita قَالَ يَا أَسْمَاءُ إِنَّ الْمَرْأَةَ إِذَا بَلَغَتِ الْمَحِيضَ لَمْ تَصْلُحْ أَنْ يُرَى مِنْهَا إِلاَّ هَذَا وَهَذَا وَأَشَارَ إِلَى وَجْهِهِ وَكَفَّيْهِ» Artinya Wahai Asma’, sesungguhnya seorang wanita, apabila telah balig mengalami haid, tidak layak tampak dari tubuhnya kecuali ini dan ini seraya menunjuk muka dan telapak tangannya. HR Abu Dawud. قَالَتْ أَمَرَنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نُخْرِجَهُنَّ فِي الْفِطْرِ وَالأَضْحَى الْعَوَاتِقَ وَالْحُيَّضَ وَذَوَاتِ الْخُدُورِ فَأَمَّا الْحُيَّضُ فَيَعْتَزِلْنَ الصَّلاَةَ وَيَشْهَدْنَ الْخَيْرَ وَدَعْوَةَ الْمُسْلِمِينَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللهِ إِحْدَانَا لاَ يَكُونُ لَهَا جِلْبَابٌ قَالَ لِتُلْبِسْهَا أُخْتُهَا مِنْ جِلْبَابِهَا» Artinya Kami, para wanita, diperintahkan oleh Rasulullah untuk keluar pada saat Idul Fitri dan Idul Adha, baik para gadis, wanita yang sedang haid, maupun gadis-gadis pingitan. Wanita yang sedang haid diperintahkan meninggalkan shalat serta menyaksikan kebaikan dan dakwah syiar kaum Muslim. Aku bertanya, “ Ya Rasulullah, salah seorang di antara kami ada yang tidak memiliki jilbab. Rasulullah saw. bersabda Hendaklah saudaranya meminjamkan jilbabnya.” HR Muslim. Dan berkata A’mas dari Said bin jubair dari Ibnu abbas Dan jangan menampakkan perhiasan kecuali apa-apa yang boleh nampak darinya, yaitu wajahnya dan telapak tangannya dan cincinnya jarinya. Anas RA meriwayatkan bahwa Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam pernah mendatangi putrinya Fatimah Az-Zahra ra bersama seorang hamba sahaya yang telah diberikannya kepada putrinya, sedangkan ketika itu Fatimah mengenakan kain yang jika dengan pakaian tersebut ia menutupi kepalanya, maka kain penutup itu tidak sampai kepada kedua kakinya, dan jika kain itu digunakan sebagai penutup kedua kakinya maka kepalanya tidak tertutupi. Melihat hal demikian Rasulullah Shalallahu alahi wa aalihi wa shahbihi wa salam bersabda, “Hal itu tidak masalah engkau mengenakan kain penutup tersebut, karena yang ada di hadapanmu hanyalah ayah dan budak sahayamu.” Diriwayatkan dari Bahaz bin Hakim dari kakeknya yang pernah bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, bagian manakah dari aurat kami yang boleh kami tutupi dan kami biarkan tampak?” Rasulullah menjawab, “Jagalah dan jangan kau perlihatkan auratmu kecuali kepada istrimu atau kepada budak sahayamu.” HR. Abu Dawud dan At- Turmudzi Dari Abu Said Al-Khudri diriwayatkan bahwa suatu saat Nabi pernah bersabda, “Seorang pria tidak diperkenankan melihat aurat wanita, begitupula wanita tidak boleh melihat aurat wanita sesamanya.” HR. Muslim, Abu Daud dan At-Turmdzi. Diriwayatkan bahwa Sayyidina Ali RA pernah berkata, “Aku menghadiahkan kepada Nabi Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam sebuah pakaian yang mengandung campuran kain sutera. Nabi kemudian mengembalikannya lagi kepadaku maka aku pun memakainya. Lantas aku melihat kemurkaan tampak pada wajah Nabi Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam seraya bersabda, “Sesungguhnya aku tidak mengembalikannya kepadamu bukan untuk kau pakai, melainkan untuk kau potong-potong lalu kau jadikan sebagai kerudung bagi kaum wanita.” Hadits ini disepakati keshahihannya. Demikianlah kumpulan hadits tentang batasan pakaian wanita lengkap. Semoga hadits pendek tentang menutup aurat diatas bermanfaat dan menjadikan kita taat pada perintah ALLAH SWT dalam menutup aurat. Wallahu a'lam.
Jawaban 1. al-Ahzab/3359 يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا Artinya “Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Swt. Maha Pengampun, Maha Penyayang.” Tentang Batasan Pakaian Wanita قَالَ يَا أَسْمَاءُ إِنَّ الْمَرْأَةَ إِذَا بَلَغَتِ الْمَحِيضَ لَمْ تَصْلُحْ أَنْ يُرَى مِنْهَا إِلاَّ هَذَا وَهَذَا وَأَشَارَ إِلَى وَجْهِهِ وَكَفَّيْهِ» Artinya Wahai Asma’, sesungguhnya seorang wanita, apabila telah balig mengalami haid, tidak layak tampak dari tubuhnya kecuali ini dan ini seraya menunjuk muka dan telapak tangannya. HR Abu Dawud. Perintah Allah SWT Manfaat menggunaka jilbab yang pertama untuk menjalankan perintah Allah SWT. Berjilbab adalah salah satu bentuk menjalankan perintah Allah SWT bagi kaum muslimah. Mengenakan jilbab juga merupakan bentuk takwa dan iman seorang hamba terhadap segala perintah-Nya. Dengan mengikuti perintah-Nya untuk menggunakan jilbab, Anda telah berhasil dalam mematuhi aturan dan kewajiban dari-Nya. Hukum bagi wanita yang tidak mengenakan jilbab dalam agama Islam adalah dosa, seperti yang dijelaskan dalam hadist shahih berikut ini, Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda “Aku melihat ada perempuan di gantung rambutnya, otaknya mendidih. Perempuan tersebut adalah perempuan yang mengumbar dan mempertontonkan rambutnya kepada laki-laki selain suaminya. Perempuan ini mukanya akan menghitam dan memakan isi perutnya sendiri.” HR. Bukhari dan Muslim. -Terlihat Lebih Anggun Manfaat menggunakan jilbab yang kedua untuk membuat peampilan Anda terlihat lebih anggun dan cantik. Dengan jilbab, ada kesan pendewasaan dan keanggunan yang terpancar dari pemakainya. Penampilan seseorang yang mengenakan jilbab juga cenderung terlihat rapi, menambah nilai feminin. Dengan menutup aurat secara baik dan benar, penampilan Anda akan nampak lebih anggun dan berkesan. -. Lindungi Kulit dari Sinar UV Manfaat menggunakan jilbab yang ketiga untuk membantu melindungi kulit dari paparan sinar UV yang terkenal berbahaya, dikutip dari publikasi Sinar ultraviolet matahari dinilai berbahaya jika mengenai kulit dalam waktu tertentu. Berbagai masalah kesehatan akibat sinar UV tersebut antara lain adalah kulit keriput, kerusakan mata, hingga kanker kulit. Para ahli kesehatan kemudian memperingatkan orang-orang untuk menggunakan sunblock demi melindungi kulit mereka. Namun saran terbaik sebenarnya adalah memakai pakaian yang menutupi seluruh tubuh. Hampir sama seperti matahari, udara panas juga membawa dampak buruk bagi kesehatan, khususnya pada otak. Jadi ketika udara sedang sangat panas dan seseorang harus keluar rumah, ahli kesehatan menyarankan untuk memakai pakaian yang dapat melindungi diri. Terutama pada bagian mata, kepala, dan leher untuk mengurangi risiko kesehatan yang menyerang otak. Di sinilah letak fungsi jilbab bagi wanita muslimah. pandangan -Membubarkan -Menasehati dan mendakwahi – Menentang dan melawan – Melaporkan -menolak dalam hati 5. -Mendapat dosa. -Memancing orang lain untuk berbuat Jahat. -Menimbulkan fitnah. Penjelasan semoga membantuu jadikan jawaban terbaik Sekarang akan dibahas kumpulan hadist mengenai batasan pakaian wanita yang dilengkapi dengan artinya. Sebagai seorang wanita muslim, maka sudah menjadi kewajiban untuk menutup aurat secara sempurna serta tidak menampakkannya kecuali kepada mahramnya atau yang berhak. Jadi kita perlu berbusana dengan tepat sesuai dengan ajaran islam supaya aurat kita tidak tampak kepada orang sembarangan Islam seniri sudah mengatur tentang aurat ini secara lengkap dan detail. Terdapat beberapa dalil ayat Al-Qur’an serta hadist yang menjelaskan tentang kewajiban menutup aurat lengkap dengan batasan-batasannya. Kemudian sebagai seorang muslimah yang taat, maka para kaum hawa seharusnya taat serta patuh dengan peraturan syariat agama islam secara mutlak. Islam sudah menjabarkan secara jelas didalam hadist-hadist mengenai batasan aurat perempuam dimana Rasulullah SAW mengatakan jika perempuan wajib menutup auratnya sehingga tidak tampak bagian tubuhnya. Silahkan langsung perhatikan dibawah ini hadist mengenai batasan busana perempuan lengkap dengan terjemahan dalam bahasa Indonesia. Hadis Tentang Batasan Pakaian Wanita قَالَ يَا أَسْمَاءُ إِنَّ الْمَرْأَةَ إِذَا بَلَغَتِ الْمَحِيضَ لَمْ تَصْلُحْ أَنْ يُرَى مِنْهَا إِلاَّ هَذَا وَهَذَا وَأَشَارَ إِلَى وَجْهِهِ وَكَفَّيْهِ» Artinya Wahai Asma’, sesungguhnya seorang wanita, apabila telah balig mengalami haid, tidak layak tampak dari tubuhnya kecuali ini dan ini seraya menunjuk muka dan telapak tangannya. HR Abu Dawud. قَالَتْ أَمَرَنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نُخْرِجَهُنَّ فِي الْفِطْرِ وَالأَضْحَى الْعَوَاتِقَ وَالْحُيَّضَ وَذَوَاتِ الْخُدُورِ فَأَمَّا الْحُيَّضُ فَيَعْتَزِلْنَ الصَّلاَةَ وَيَشْهَدْنَ الْخَيْرَ وَدَعْوَةَ الْمُسْلِمِينَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللهِ إِحْدَانَا لاَ يَكُونُ لَهَا جِلْبَابٌ قَالَ لِتُلْبِسْهَا أُخْتُهَا مِنْ جِلْبَابِهَا» Artinya Kami, para wanita, diperintahkan oleh Rasulullah untuk keluar pada saat Idul Fitri dan Idul Adha, baik para gadis, wanita yang sedang haid, maupun gadis-gadis pingitan. Wanita yang sedang haid diperintahkan meninggalkan shalat serta menyaksikan kebaikan dan dakwah syiar kaum Muslim. Aku bertanya, “ Ya Rasulullah, salah seorang di antara kami ada yang tidak memiliki jilbab. Rasulullah saw. bersabda Hendaklah saudaranya meminjamkan jilbabnya.” HR Muslim. Referensi Tambahan Kemudian berkatalah A’mas dari Said bin Jubari dari Ibnu Abbas Dan jangan memperlihatkan perhiasan terkecuali apa-apa yang boleh nampak darinya yakni wajah serta telapak tangan dan cincin jarinya. Anas RA meriwayatkan jika Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shabihi wa salam pernah mengunjungi putrinya, sementara saat itu Fatimah memakai kain yang apabila dengan busana tersebut dia menutupi kepalanya, maka kain itu tidak sampai menutup kedua kakinya, serta apabila kain tersebut dipakai untuk menutup kedua kakainya maka kepala tadi tidak akan tertutupi. Melihat hal yang seperti itu Rasulullah Shalallahu alahi wa aalii wa shahbihi wa salam bersabda “Halini tak menjadi masalah engkau memakai kain penutup tersebut, sebab yang ada didepan mu hanyalah ayah serta budak sahayamu” Diriwayatkan dari Bahaz bin Hakim dari Kakeknya yang pernah menanyakan kepada Rasulullah, “Wahai Rasullulah, Pada bagian mana saja dari aurat yang kami yang diperbolehkan untuk kami tutupi serta kami biarkan terlihat? Rasulullah pun menjawab, “Jagalah serta jangan kau tampakkan auratmu terkeuali kepada istrimu ataupun budak sahayamu”. HR. Abu Dawud dan At-Turmdzi. Diriwayatkan jika Sayyiddina Ali RA pernah mengatakan “ Aku memberi hadiah kepada Nabi Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam sebuah baju yang terkandung campuran kain sutra, Nabi lalu mengembalikannya lagi kepadaku kemudian aku pun menggunakannya. Kemudian aku melihat kemurkaan muncul pada wajah Nabi Rasulullah Shalallahu alaihi waaalihi wa shahbihi wa salam seraya berkata. “Sesungguhnya aku tidak mengembalikannya kepadamu bukan untukkau gunakan, tetapi untuk kau potong kemudian kamu jadikan kerudung untuk kaum perempuan”. Hadist ini sudah disepakati keasliannya shahih.Demikianlah kumpulan hadist mengenai batasan busana untuk perempuan lengkap. Semoga hadist pendek mengenai menutup aurat diatas bermanfaat serta membuat kita lebih taat kepada Allah SWT terutama dalam menutup aurat. 0 items $ – Hadist shahih tentang batasan pakaian wanita. Ketika seorang wanita atau perempuan keluar rumah, ia akan sangat mungkin bertemu dengan lawan jenis laki-laki yang bukan muhrimnya. Saat itu, seorang wanita diwajibkan untuk menjaga auratnya. Sebab dalam Alquran dan hadist dijelaskan bahwa seorang wanita harus mengetahui batas aurat yang harus ditutupi. Cara berpakaian hingga berkerudungnya pun juga perlu diperhatikan. Namun mungkin masih ada beberapa muslimah yang belum mengetahui batasannya. Bila kita mempelahajari Alquran dan hadist, maka kita akan mendapatkan petunjuk mengenai bagaimana seharusnya wanita berpakaian didasarkan pada batasan pakaian wanita. Pakaian-pakaian yang dikenakan juga harus diperhatikan mengenai ketebalannya agar tidak terlhiat transparan dan ketat. Untuk itu pada kesempatan ini kami akan menjelaskan dan membagikan daftar kumpulan hadist shahih tentang pakaian wanita. Simak ulasan lengkapnya pada pembahasan di bawah berikut ini. Tanpa banyak basa basi lagi, langsung saja silahkan simak pemabahasan lengkap mengenai daftar kumpulan hadist shahih tentang pakaian wanita. Ditulis dalam teks lafadz bahasa Arab, latin, dan terjemahan Indonesia lengkap. قَالَ يَا أَسْمَاءُ إِنَّ الْمَرْأَةَ إِذَا بَلَغَتِ الْمَحِيضَ لَمْ تَصْلُحْ أَنْ يُرَى مِنْهَا إِلاَّ هَذَا وَهَذَا وَأَشَارَ إِلَى وَجْهِهِ وَكَفَّيْهِ» Artinya Wahai Asma’, sesungguhnya seorang wanita, apabila telah balig mengalami haid, tidak layak tampak dari tubuhnya kecuali ini dan ini seraya menunjuk muka dan telapak tangannya. HR Abu Dawud. قَالَتْ أَمَرَنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نُخْرِجَهُنَّ فِي الْفِطْرِ وَالأَضْحَى الْعَوَاتِقَ وَالْحُيَّضَ وَذَوَاتِ الْخُدُورِ فَأَمَّا الْحُيَّضُ فَيَعْتَزِلْنَ الصَّلاَةَ وَيَشْهَدْنَ الْخَيْرَ وَدَعْوَةَ الْمُسْلِمِينَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللهِ إِحْدَانَا لاَ يَكُونُ لَهَا جِلْبَابٌ قَالَ لِتُلْبِسْهَا أُخْتُهَا مِنْ جِلْبَابِهَا» Artinya Kami, para wanita, diperintahkan oleh Rasulullah untuk keluar pada saat Idul Fitri dan Idul Adha, baik para gadis, wanita yang sedang haid, maupun gadis-gadis pingitan. Wanita yang sedang haid diperintahkan meninggalkan shalat serta menyaksikan kebaikan dan dakwah syiar kaum Muslim. Aku bertanya, “ Ya Rasulullah, salah seorang di antara kami ada yang tidak memiliki jilbab. Rasulullah saw. bersabda Hendaklah saudaranya meminjamkan jilbabnya.” HR Muslim. Kesimpulan Sekian pembahasan singkat mengenai hadist shahih tentang batasan pakaian wanita, 3. tuliskan beberapa manfaat menggunakan jilbab., hr. abu dawud, no. 4104 dan al baihaqi no. 3218., tulislah salah satu hadis tentang perilaku jujur lengkap dengan artinya, tulislah salah satu ayat yang berhubungan dengan memanjangkan jilbab. Baca
hadis tentang batasan pakaian wanita lengkap dengan artinya